Cat enamel akrilik
Poin-poin penting dalam menggunakan cat akrilik adalah: melakukan perawatan permukaan yang tepat, memilih alat yang sesuai, mengontrol rasio pengenceran, dan melakukan pengerjaan di lingkungan yang tepat.
Cat akrilik adalah lapisan satu komponen yang cepat kering, sangat mengkilap, dan tahan cuaca. Cat ini banyak digunakan untuk tujuan dekoratif dan pelindung pada permukaan logam ringan, struktur baja, peralatan mekanik, jembatan, instrumen, dan lain-lain. Metode pengaplikasian secara langsung memengaruhi daya rekat, kehalusan, dan masa pakai lapisan cat. Untuk memastikan efek konstruksi yang optimal, perlu mengikuti prosedur pengoperasian standar.
Tahapan konstruksi dan poin-poin penting
- 1. Praperawatan permukaan
Permukaan yang akan dilapisi harus kering, bersih, bebas dari noda minyak, debu, karat, atau lapisan cat lama yang terkelupas.
Untuk permukaan baja, disarankan untuk mengaplikasikan primer pencegah karat (seperti primer epoksi kaya seng) terlebih dahulu; untuk permukaan beton, primer penyegel harus diaplikasikan dan nilai pH tidak boleh melebihi 105.
Jika lapisan cat aslinya sudah tua, perlu diamplas dan dibersihkan secara menyeluruh untuk meningkatkan daya rekat.
- 2. Aduk hingga rata
Sebelum digunakan, aduk rata campuran cat untuk mencegah pengendapan pigmen, yang dapat mengakibatkan warna tidak merata atau daya tutup yang berkurang.
- 3. Pengenceran dan Pencampuran
Sesuaikan viskositas sesuai dengan metode konstruksi dan encerkan dengan pengencer khusus (seperti tipe X-5).
- 4. Konstruksi Pengecatan
Mengoleskan/menggulir: Gunakan kuas berkualitas tinggi atau rol berbulu panjang yang sesuai, dan aplikasikan secara merata searah dengan kecepatan konstan untuk menghindari bekas kuas dan tepi yang berantakan.
Penyemprotan:
Tekanan pada alat semprot disarankan sebesar 0,3–0,6 MPa;
Jarak nosel dari permukaan adalah 20–30 cm;
Kecepatan gerakan harus seragam untuk mencegah penumpukan atau penyemprotan yang terlewat.
Ketebalan setiap lapisan pelapis disarankan sebesar 30–50 μm. Setelah kering, lanjutkan ke lapisan berikutnya. Jeda pelapisan ulang biasanya lebih dari 24 jam (pada suhu 25℃).
- 5. Pengeringan dan pengawetan
Suhu lingkungan konstruksi harus berada antara 5°C dan 38°C, dengan kelembapan relatif tidak lebih dari 85%, dan ventilasi yang baik.
Waktu pengeringan permukaan sekitar 2 jam, dan waktu pengeringan total sekitar 24 jam (dalam kondisi standar 25°C).
Lapisan tersebut hanya dapat digunakan setelah benar-benar kering, dan biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari dan 10 jam.
Tindakan Pencegahan dan Keselamatan
- Jauhi sumber api:
Cat akrilik mudah terbakar. Merokok dan penggunaan api terbuka dilarang keras di area konstruksi. Hindari percikan api statis.
- Persyaratan ventilasi:
Jaga ventilasi yang baik untuk mencegah penumpukan uap pelarut, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan atau ledakan.
- Perlindungan pribadi:
Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, masker, atau respirator untuk menghindari kontak kulit dan mata dengan cat.
Kondisi penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauhkan dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Tutup rapat kemasan sebelum disimpan.
- Pembuangan limbah lingkungan:
Kaleng cat dan limbah cair yang ditinggalkan harus dibuang sesuai dengan hukum dan tidak boleh dibuang sembarangan.
Kunci penggunaan cat akrilik yang benar terletak pada pengendalian detail yang cermat: mulai dari persiapan permukaan hingga pengendalian lingkungan, setiap langkah memengaruhi hasil akhir. Disarankan untuk mengikuti petunjuk produk secara ketat dan memprioritaskan penggunaan primer yang direkomendasikan untuk mencapai daya rekat dan ketahanan terbaik. Jika Anda ragu tentang kompatibilitas primer, Anda dapat melakukan uji coba pengecatan skala kecil terlebih dahulu untuk memverifikasinya.
Waktu posting: 08-Des-2025